Relay adalah komponen yang menggunakan prinsip kerja medan magnet untuk menggerakan saklar. Saklar ini degerakkann oleh magnet yang dihasilkan oleh kumparan didalam relay yang dialiri arus listrik. Susunan relay sederhana adalah sebagai berikut.
Gambar diatas terdiri dari kumparan kawat penghantar yang digulung memutari inti magnet. Jika kumparan dialiri arus, maka akan terjadi medan magnet yang akan menarik armatur poros dan memaksanya bergerak cepat ke arah atas. Gerakan armatur ini akan menyebabka kontak membuka atau menutup. Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
- Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
- Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
- Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain.
Pada proyek akhirku, relay kusetel dengan konfigurasi Normally Open, karena relay aktif saat diberi tegangan 0 V (sensor terputus, receiver tidak menerima sinyal berupa tegangan); dan relay tidak aktif saat diberi tegangan 2-5 V oleh receiver (kondisi standby, sinar infrared tidak terputus).
Perancangan secara umum proyek akhirku ini terdiri dari beberapa blok.

Sensor infrared ini berfungsi sebagai pendeteksi orang, diletakkan di kedua ujung eskalator. Tranciver akan mengirim sinar infrared, dan diterima oleh receiver. Rangkaian sensor ini dilengkapi dengan relay yang akan merespon keluaran dari sensor. Relay disini difungsikan sebagai switch yang akan mengirim tegangan 5 V saat aktif. Saat sinar tersambung (kondisi standby), kondisi relay off, artinya tegangan keluaran relay adalah 0 V atau dapat dikatakan relay mengirim logika “0”. Saat sinar terputus, relay akan aktif dan mengirimkan tegangan 5 V atau logika “1” kepada mikrokontroller. Kondisi ini dapat disesuaikan dengan cara mengatur konfigurasi relay.
Mikrokontroller sebagai otak dari perancangan ini akan menerima logika “1” dari sensor jika ada orang lewat. Saat itu, mikrokontroller ini akan mengirim perintah ke motor untuk menaikkan kecepatan dengan percepatan tertentu secara smooth. kontrol kecepatan ini dapat dilakukan dengan rangkaian PWM.
PWM (Pulse Width Modulation), berfungsi sebagai pengatur kecepatan pada motor dengan cara memberi daya sesuai dengan perintah dari mikrokontroller. PWM ini dibagi dua, yaitu berupa program yang ditanam di mikrokontroller, dan berupa rangkaian yang berfungsi mengatur daya yang akan dikirimkan ke motor.
Motor DC berfungsi sebagai penggerak eskalator. Karena ini merupakan prototype saja, motor yang digunakan adalah motor DC 24 V dengan torsi yang kurang kuat. Semakin kuat torsinya, maka prototype ini akan semakin baik. Motor DC akan bergerak dengan kecepatan tertentu sesuai dengan daya yang diberikan. Semakin besar daya, kecepatan motor akan semakin besar. Daya berkaitan dengan tegangan dan arus. Oleh karena itu, untuk mengubah kecepatan motor ini dapat dilakukan dengan mengubah tegangan, arus, ataupun keduanya. Tegangan maksimal pada motor ini adalah 24 V dengan arus 40mA. Jika lebih dari itu, motor akan rusak.
Yup, itu perancangan umumnya, selanjutnya kita bakal mengulas secara lebih rinci tentang blok2 tadi. Smoga bermanfaat.