Saat aku benar-benar dilanda masalah yang berat, aku benar-benar dalam kondisi tertekan dan stres, aku merenung. Seandainya hidupku serba nikmat, sungguh rasanya senang sekali. Aku membayangkan mempunyai rumah mewah, uang yang tak terhingga, semua hal yang kuinginkan dapat terpenuhi. Aku tidak perlu lagi bekerja karena kekayaanku yang melimpah, tidak akan mengalami kesusahan dan kesedihan dalam setiap hidupku.
Sekali lagi aku termenung, seandainya itu benr-benar terjadi, maka hidupku mungkin bakal hancur. Hidupku justru akan mengalami stres yang lebih hebat dari sekarang ini. Mengapa? Dengan kekayaan dan kebahagiaan yang tak terhingga, mungkin awalnya aku akan sangat menikmatinya, tapi bayangkan jika itu terjadi terus menerus. Semua yang aku inginkan selalu dapat terpenuhi, tanpa sedikitpun kerja keras. Setiap harinya kulewati dengan penuh kenikmatan. Sehari, seminggu, sebulan, 2 bulan, aku yakin kemewahan hidup itu lama-lama akan membuat aku jenuh. Jenuh akan kemewahan karena semua itu didapatkan tanpa sedikitpun kerja keras. 3 bulan, 6 bulan, setahun, mungkin aku akan gila. setiap harinya kulewati dengan tidak pernah mengalami kesusahan, sampai akhirnya kenikmatan itu berubah menjadi masalah yang luar biasa.
Kita harus bersyukur telah diberi ujian dalam hidup kita ini berupa kesusahan dan kesedihan. Kesusahan dan kesedihan mutlak diperlukan untuk dapat menghargai kenikmatan dan kebahagiaaan. Semua yang kita raih, walaupun hasilnya tidak seberapa, akan menghasilkan kenikmatan yang luar biasa apabila diraih dengan perjuangan yang berat. Sebaliknya, harta sebanyak apapun akan menjadi tak berarti apabila tidak ada perjuangan dalam meraihnya.
Sekali lagi aku mencoba bangkit dari masalah yang sedang aku hadapi ini, karena aku yakin, dibalik semua masalah ini, terdapat kenikmatan yang luar biasa ketika aku berhasil melewatinya kelak.


